Komitmen Bertunangan
Hari itu, angin Desember terasa berbeda.
Ada harapan yang berhembus pelan, ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan.
Dengan penuh keyakinan, Rifki menyampaikan kesungguhannya.
Ia tidak menjanjikan hidup yang sempurna, tetapi ia berjanji akan selalu berusaha menjadi tempat pulang, tempat berbagi tawa, dan tempat bersandar dalam lelah.
Dan di antara hangatnya percakapan sore itu,
terikatlah sebuah janji cinta.
Bukan janji yang hanya indah diucapkan, tetapi janji untuk saling menjaga, memahami, dan bertahan dalam setiap musim kehidupan.